Efek Blog

Kamis, 28 April 2016

Baca Ini Tidak akan Membuat Sehat, Tapi Anda Akan Tahu Cara untuk Sehat!".

AGE ? Merupakan singkatan dari Advanced Glycation End Product, adalah hasil dari rantai reaksi kimiaglikasi (glikasi adalah ikatan glukosa kemolekul protein atau lemak tanpa melalui proses pengendalian enzim). AGEs berasal dari dua sumber yaitu makanan yang kita makan dan produksi internal dalam tubuh. Jika kita makan makanan dengan kadar gula tinggi (Glycemic index / indeks Glikasi yang tinggi), maka indikasi ini mungkin muncul. Hampir semua gula darah kita memberikan energi yang dibutuhkan tubuh kita. Namun demikian, sejumlah kecil gula darah kita terglikasi untuk membentuk Advanced Glycation End-product (AGEs).
AGEs juga bisa diproduksi dari hasil non enzimatik, yaitu Metabolik (Metabolik Pathway). Hal ini dimulai dari Hiperglikemia dimana glukosa dapat bereaksi dengan asam amino bebas dan membentuk AGEs. Peningkatan AGEs dalam darah akan merusak sel karena mengganggu struktur protein intraseluler dan ekstrasel seperti kolagen. Dalam jangka panjang, penimbunan ini akan merusak membrane basalis dan mesanginum yang akhirnya akan merusak glomerulus (Ginjal).

Beberapa penyakit berat bisa muncul akibat Advanced Glycation End-product (AGEs) : Kanker, penyakit Alzheimer, Penyakit jantung, Tipe-II diabetes, Aterosklerosis, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, gangguan visual, Stroke, gangguan kulit.
Belakangan ini, pengukuran AGEs banyak digunakan sebagai medical marker untuk melihat kondisi pasien secara keseluruhan, apakah dibutuhkan tindakan perawatan yang lebih intensif. Banyak ahli cardiovaskular mengukur tingkat AGEs di dalam tubuh karena dari banyak penelitian ditemukan korelasi yang signifi kan antara angka AGEs tinggi terhadap pasien jantung koroner. Sel - sel endotelium dari pembuluh darah mengalami kerusakan langsung oleh proses glikasi yaitu dengan terjadinyaaterosklerosis. Plak aterosklerotik cenderung menumpuk di daerah aliran darah tinggi (seperti pintu masuk ke arteri koroner) karena daerah ini merupakan area berkumpulnya molekul gula dan AGEs. Plak yang terbentuk hasil glikasi membuat kolagen berkurang dan membuat di dinding pembuluh darah menjadi kaku hal inilah yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Glycations juga menyebabkan melemahnya kolagen dalam dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan mikro-makro atau-aneurisms, ini dapat menyebabkan stroke jika dalam otak

Iridoid adalah kompenen bioaktif yang mampu melawan AGEs. 

Ratusan penelitian tentang Iridoid bisa ditemukan pada jurnal dan publikasi ilmiah, kebanyakan dari penelitian itu mengungkapkan bahwa Iridoids ini sudah dipelajari selama bertahun-tahun untuk berbagai macam masalah kesehatan, termasuk di antaranya masalah jantung dan pembuluh darah, stabilitas kolesterol LDL dan HDL, triglycerides, fungsi imunitas, kesehatan sendi/osteoarthritis, menopouse, kemampuan atletis, energi, kesehatan DNA, diabetes, antioksidan/anti radikal bebas, kualitas hidup dan kesehatan secara menyeluruh.

Pada tanaman buah, Iridoid paling banyak ditemukan pada buah Morinda Citrifolia (noni). Berdasarkan hasil penelitian oleh para peneliti morinda, dari lebih 150 jenis phytochemical, Iridoid terhitung hampir 73 % terkandung didalamnya. Penelitian yang di lakukan oleh Dr. De Lu Ma dari China yang menunjukkan bagaimana Maxidoid, salah satu produk inovatif dari Morinda Bioactives, mampu membantu mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Type II dengan hasil yang sangat signifikan.

Iridoid mampu menghambat pembentukan AGEs sekaligus menjaga AGEs yang sudah terlanjur terbentuk untuk bisa dihidrolisasi menjadi bentuk yang mudah dikeluarkan oleh tubuh. 

Sekarang ini, di pasaran belum ada sebuah produk yang dapat mengurangi AGES’s dan banyak perusahaan farmasi berlomba lomba untuk mengatasi hal ini.
Beberapa obat-obatan masih dalam tahap pembuatan dan hasilnya masih belum menentu.

Ada cara paling baik untuk menghindari pembentukan dari AGEs ini, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang tinggi akan Iridoid seperti Cornelian Cherry, Blueberry, Olive, Noni.
Morinda Bioactives telah memilih bahan-bahan alam, untuk dijadikan produk minuman yang sangat praktis untuk dikonsumsi yaitu Maxidoid.
Beberapa waktu terakhir ini kita telah membahas mengenai AGEs untuk alasan yang sangat baik. AGEs adalah senyawa kimia penghancur, yang sangat erat kaitannya dengan masalah kesehatan dan penuaan dini, hal ini sangat tidak baik.  Berdasarkan uji klinis dan fakta yang ditemukan, bahwa dengan mengkonsumsi Maxidoid 60 ml setiap hari dalam waktu empat minggu, Maxidoid mampu menurunkan jumlah AGE sampai 18%. Bukankah ini kabar baik bagi kita semua? Berikut ini adalah bagaimana cara kerja Maxidoid dalam hal ini?

Pertama, kita harus mengetahui apa itu Maxidoid. Maxidoid adalah minuman bioactive alami  yang terdiri dari campuran buah Tahitian Noni, Blueberry, Zaitun dan Cornelian Cherry.  Masing - masing dari bahan alami ini mengandung iridoids, yang secara sempurna bekerja memperbaiki organ dan sistem pada tubuh kita, hal ini disebabkan karena iridoids bekerja sampai level sel.
Komponen bioactive pada Maxidoid (iridoids) telah terbukti mampu menunjukkan efektifitas tinggi dalam membuang AGEs keluar dari tubuh, serta mampu mencegah pembentukan AGEs baru.

Sebagian besar AGEs yang masuk kedalam tubuh berasal dari makanan yang kita konsumsi.
AGEs terbentuk apabila gula dan protein yang berlebih bergabung menjadi satu. Penggabungan ini bisa muncul, baik sebelum ataupun sesudah makanan masuk ke dalam tubuh kita. Anda bisa lihat sendiri buktinya pada saat Anda memasak roti atau ayam ke dalam penggorengan. Efek kecoklatan yang didapat adalah adalah hasil dari penggabungan gula dengan protein, yang biasa disebut dengan Maillard Reaction. AGEs terbentuk melalui proses tersebut.
AGEs adalah bagian dari hidup kita, kita tidak bisa menghindarinya. Namun, kelebihan jumlah AGEs sangat tidak bagus dan dapat menstimulasi timbulnya reaksi radikal bebas, bahkan dapat merubah struktur dan fungsi protein tubuh - ini adalah faktor dramatis penyebab masalah kesehatan dan penuaan dini.

Jadi, bagaimana Maxidoid mengurangi AGEs? Maxidoid mampu melawan pembentukan AGE pada tubuh dan membuang AGEs yang telah terbentuk.
Maxidoid mencegah pembentukan AGEs dengan kemampuannya dalam mempertahankan kadar gula darah. Tingginya kadar gula dalam tubuh kita dapat memicu penggabungan gula dengan protein, maka dari itu sangatlah penting bagi kita untuk menjaga agar kadar gula darah kita tetap stabil. Maxidoid secara uji klinis telah terbukti dalam hal ini. Bioactive yang dimiliki Maxidoid mampu melindungi sel tubuh kita dan mencegah gula bersarang dalam jaringan tubuh kita.

Maxidoid juga mampu melindungi tubuh dari AGEs melalui fungsinya sebagai antioksidan. Antioksidan dapat menurunkan kadar radikal bebas yang masuk kedalam tubuh, hal ini adalah cara penting dalam mengurangi AGEs. Radikal bebas dapat menstimulasi produksi AGEs, dimana dapat memicu kadar radikal bebas yang masuk kedalam tubuh semakin tinggi. Uji klinis yang dilakukan kepada orang dewasa menemukan bahwa bioactive pada Maxidoid dapat mengurangi radikal bebas dalam tubuh mereka sebesar 19%.
Maxidoid dapat membantu Anda terlihat dan terasa lebih muda. AGEs sangat berkaitan dengan penuaan dini karena mereka menurunkan dan menghancurkan struktur dan komponen dalam tubuh. Dengan menghambat pembentukan AGEs, Maxidoid dapat membantu melawan kerusakan yang berkaitan dengan penuaan fisik secara dini dan meningkatkan perkembangan kesehatan yang berkaitan dengan usia.
Penemuan akan AGE adalah terobosan besar dari Morinda. Kita sekarang memiliki kemampuan untuk menunjukkan bagaimana Maxidoid dapat membantu Anda menurunkan jumlah AGE Anda. Ini berarti kita semua sangat berkaitan dengan AGE, setiap saat dan untuk beberapa waktu kedepan. Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana Maxidoid dapat membantu Anda hidup lebih sehat, jadi pastikan Anda meneruskan blog ini di sosial media seperti Twitter, Facebook dan email sesering mungkin. Mari kita sebarkan berita baik mengenai AGEs dan Maxidoid ini !




0 Comments
Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar