Efek Blog

Selasa, 03 Mei 2016

Berat Badan turun dalam 2 Bulan, Ini yang harus Anda lakukan!


Berat badan saya saat itu mencapai 78 kg. Dengan tinggi badan yang hanya 158 cm, beban tubuh saya benar-benar berat. Apalagi kaki saya ukurannya kecil sehingga berat untuk menopang badan saya dengan berat yang 78 kg itu. Akibatnya saya sering mengalami nyeri lutut. Selain itu lutut juga sakit kalau naik tangga, mudah lelah kalau berjalan dengan jarak yang agak jauh, nafas juga menjadi pendek dan tentu saja membuat penampilan tidak nyaman karena harus memakai pakaian-pakaian ukuran besar. 

Hal lain yang saya rasakan yaitu merasa tersiksa jika harus memakai celana jeans karena sesak di perut.
Pertama kali ditawari Fiber Blend dan Prominvit saya belum tertarik.


Saya meragukan produk ini karena saya pikir pasti tidak ada bedanya dengan produk-produk lain yang slogannya ampuh untuk menurunkan berat badan.

Saya sudah mencoba banyak produk penurunan berat badan dan sudah menghabiskan uang berjuta-juta tetapi saya tidak pernah berhasil. Kalaupun berhasil turun, setelah saya berhenti konsumsi produk tersebut pasti berat badan saya akan naik lagi. Tapi semua penilaian negatif saya terhadap produk morinda yaitu Fiber Blend dan Prominvit pelan- pelan berubah. 

Hal ini terjadi karena pada bulan Maret 2015 saya melakukan check up rutin. Cek laboratorium dan USG saya lakukan. Dan hasilnya membuat saya panik, kadar kolesterol saya tinggi dan ginjal sebelah kanan mengalami sedikit pembengkakan. Setelah saya konsultasi dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam, saya diharuskan untuk menurunkan berat badan saya karena kemungkinan pembengkakan gjnjal itu disebabkan oleh kolesterol yang tinggi. Sehingga kerja ginjal menjadi berat. Makanya saya diharuskan menurunkan kolesterol itu dengan cara diet.

Akhirnya saya memutuskan untuk diet dengan ekstrim. Saya tinggalkan nasi dan hanya konsumsi sayur saja. Akibatnya justru saya mengalami kholik perut dan rasa sakit yang luar biasa. Mungkin karena diet yang saya lakukan sembarangan justru malah sakit yang saya dapatkan. 

Setelah kejadian itu saya jadi teringat tawaran teman saya untuk konsumsi Fiber Blend dan Prominvit dari Morinda. Teman saya mengatakan bahwa program penurunan berat badan dari Morinda ini tidak mengubah pola makan yang sudah ada, artinya tidak perlu diet ketat dan olah raga berat. Dalam hati saya berkata, ini yang saya cari, karena saya tidak suka olahraga dan saya tidak sanggup melakukan diet ketat.

Di pertengahan bulan April 2015 saya memutuskan untuk mengkonsumsi Fiber Blend dan Prominvit dan saya mengkombinasikannya dengan Maxidoid. Motivasi awal saya adalah saya ingin sehat. Dan langkah awal untuk sehat adalah dengan menurunkan berat badan saya. 

Saya sadar bahwa berat badan yang berlebih itu memicu timbulnya aneka macam penyakit. Di bulan pertama saya konsumsi Fiber Blend, Prominvit, dan Maxidoid, berat badan saya turun 4 kg tanpa mengubah pola makan saya. Makan tetap saya lakukan sebanyak 3 x sehari hanya saja saya memang mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Di bulan kedua mengkonsumsi produk ini, berat badan saya turun lagi 5 kg. Dan yang saya rasakan luar biasa adalah nyeri di lutut saya hilang, napas saya lebih enteng, tidak mudah capek juga dan tentu saja lebih enak dan nyaman dalam berpakaian.

Saya mencoba berhenti mengkonsumsi produk ini selama 1 bulan untuk melihat apakah ada efek yoyo, di mana berat badan akan kembali naik bila saya berhenti mengkonsumsi produk ini. Ternyata setelah saya mencoba menghentikan konsumsi Fiber Blend dan Prominvit selama 1 bulan, tidak ada efek yoyo. 

Berat badan saya tidak naik lagi. Saya berhasil menurunkan berat badan saya sebanyak 9 kg selama 2 bulan. Sekarang saya konsumsi lagi Fiber Blend, Prominvit dan Maxidoid karena saya masih ingin menurunkan lagi berat badan saya. Yang jelas motivasi utamanya yaitu tetap untuk kesehatan saya. Saya sudah membuktikan manfaat Fiber Blend dan Prominvit untuk menurunkan berat badan saya tanpa harus tersiksa.

Terima kasih Morinda yang telah banyak memberikan produk-produk terbaik untuk peningkatan kualitas kesehatan seluruh umat manusia.
0 Comments
Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar